Kapanlagi.com – Sylvana Herman, lahir di Jakarta pada 15 Desember 1965, adalah sosok yang menginspirasi banyak orang. Dengan darah Minangkabau yang mengalir dalam dirinya, ia memulai karirnya di dunia teater dengan penuh semangat. Meskipun awalnya ditentang oleh ibunya, Sylvana berhasil menembus dunia perfilman dengan peran yang sangat berkesan.
Perannya sebagai Yanti Nasution dalam film ‘Pengkhianatan G-30S/PKI’ (1982) menandai langkah awalnya di industri hiburan. Sejak saat itu, karir Sylvana terus menanjak, terutama setelah ia tampil sebagai Fifi Alone dalam ‘Lupus II’ (1987). Nama Sylvana semakin dikenal luas, dan ia pun mulai menjelajahi dunia musik.
Pada tahun 1990-an, Sylvana bergabung dengan grup vokal ‘Tiga Dara’ bersama Paramitha Rusady dan Ita Purnamasari. Mereka sukses mempopulerkan lagu-lagu hits seperti ‘Nona Manis’ dan ‘Hanya Cinta’. Keberhasilan grup ini menjadi titik balik dalam karirnya, membawa Sylvana ke puncak ketenaran.
Advertisement
1. Dari Teater ke Film
Sylvana memulai karirnya di teater melalui Studi Club Bandung dan Teater Mandiri Jakarta. Pengalaman ini membekalinya dengan kemampuan akting yang mumpuni, yang kemudian ia bawa ke layar lebar.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
2. Peran Ikonik yang Mengubah Hidupnya
Film ‘Pengkhianatan G-30S/PKI’ menjadi momen penting dalam hidupnya. Meski ditentang oleh ibunya, Sylvana berjuang untuk mendapatkan peran tersebut dan berhasil menunjukkan bakatnya.
Advertisement
3. Kepopuleran Bersama Tiga Dara
Bergabung dengan Tiga Dara adalah langkah besar bagi Sylvana. Bersama Paramitha dan Ita, mereka menciptakan lagu-lagu yang masih diingat hingga kini, menjadikan mereka salah satu grup vokal terpopuler di Indonesia.
4. Karir Solo yang Cemerlang
Setelah bubarnya Tiga Dara, Sylvana melanjutkan karir solo. Ia merilis album seperti ‘Bawa Terbang Aku’ dan ‘Ano’, serta membintangi sinetron-sinetron terkenal.
5. Kehidupan Pribadi yang Penuh Warna
Pada tahun 2014, Sylvana menikah, namun sayangnya pernikahan tersebut tidak bertahan lama. Ia kini berstatus janda dan mengungkapkan keinginannya untuk menikah lagi.
6. Menjadi Ibu Angkat
Pada tahun 2000, Sylvana mengangkat seorang anak perempuan bernama Kashanah Dewi Brawijaya. Ia menganggap Kashanah sebagai anak sendiri dan memberikan kasih sayang yang tulus.
7. Kesedihan dan Harapan
Kehilangan ibunya pada tahun 2013 sangat berpengaruh dalam hidup Sylvana. Ia menginginkan pasangan hidup yang bisa menjadi imam dan teman berbagi cerita.
Hingga saat ini, Sylvana masih aktif di dunia hiburan, membintangi sinetron seperti ‘Gitu Aja Kok Repot!’. Dalam setiap langkahnya, ia terus menunjukkan dedikasi dan cinta untuk seni. Dengan semangat yang tak pudar, Sylvana Herman tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)